Penulis: adminunupwt

 

Himpunan Mahasiswa Agroteknologi UNU Purwokerto Mengikuti Kegiatan RHL

Seiring berjalannya waktu semakin banyak perubahan yang terjadi. Diera modern ini berbagai macam insfrastruktur terus berkembang. Selain memberi dampak positif , hal ini juga membawa dampak negatif. Semakin banyaknya gedung dan fasilitas publik justru membuat semakin berkurangnya tumbuhan hijau. Jika  hal ini terus dibiarkan maka bumi akan semakin panas.Tumbuhan hijau yang merupakan penghasil oksigen, apabila terus berkurang akan membawa banyak permasalahan salah satunya yaitu pemanasan global. Untuk mengurangi dampak pemanasan global tersebut adalah dengan melakukan penghijauan atau penanaman pohon.

Jumat, 8 November 2019, mahasiswa anggota himpunan mahasiswa Agroteknologi Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto mengikuti kegiatan Rehabilitasi Hutan Lindung (RHL). Kegiatan yang diadakanoleh dinas perhutani bersama BPDHSL Serayu Opak Progo ini bertujuan untuk mengadakan bimbingan mengenai rehabilitasi hutan lindung Selain diikuti oleh perwakilan himagrotek UNU Purwokerto, kegiatan ini juga diikuti oleh babinsa, babinkamtibmas, dan pendamping masyarakat.

Kegitan yang dilaksanakan di Desa Karangreja, Kabupaten Purbalingga ini memiliki banyak dampak postif. Selain menambah hijau lingkungan hal ini juga dapat mencegah kekeringan dan juga tanah longsor. Dalam kegiatan ini, pohon pinus dan damar dipilih untuk menghijaukan lahan kosong disekitar hutan lindung di Purbalingga ini.

Kegiatan Rehabilitasi Hutan Lindung ini menjadi moment yang sangat berharga bagi anggota himpunan mahasiswa agroteknologi, mengingat nantinya lulusan agroteknologi adalah generasi yang akan membawa kemajuan bangsa khususnya dalam bidang pertanian. Kegiatan RHL ini selaras dengan kegitan bidang pertanian yakni cara menjaga dan melestarikan alam sekitar. Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan semua anggota himpunan memiliki kesadaran betapa penting dan berharganya untuk melindungi alam sekitar.

KUNJUNGAN LAPANGAN KE PT. SANG HYANG SERI SUMPYUH DALAM RANGKA PRAKTIKUM TEKNOLOGI DAN PRODUKSI BENIH

Pada hari selasa, 2 April 2019, mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi melakukan kunjungan lapang dalam rangka pengayaan materi ke PT. Sang Hyang Seri Region II, Sumpyuh Banyumas. Diterima oleh pimpinan di PT Sang Hyang Seri (Persero) – Regional II, Cabang Banyumas, sembilan orang mahasiswa Agroteknologi Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto angkatan 2017, “ngangsu kawruh” tentang teknologi dan produksi benih yang dikelola PT. Sang Hyang Seri selaku BUMN yang membidangi hal tersebut.  Disana mahasiswa diajari bagaimana caranya PT. Sang Hyang Seri mengelola produksi benih padi dari mulai mengedukasi petani tentang perbedaan menanam padi dan membuat benih padi, mengawasi proses budidaya di lapang agar tidak tercemar varietas lain, mengawasi proses panen hingga kemas dan produk siap dipasarkan.

Mahasiswa juga ditunjukkan beberapa alat yang dimiliki oleh PT. Sang Hyang Seri seperti dole moisture tester untuk pengujian kadar air, Box dryer untuk pengeringan secara modern dan lantai jemur untuk pengeringan secara manual, serta mesin untuk pengemasan. Kunjungan diawali dengan pemaparan oleh direksi di kantor PT. Sang Hyang Seri, kemudian diakhiri dengan kunjungan lapang/keliling ke tempat pengolahan benih sampai dihasilkan produk jadi siap jual.

Praktikum Irigasi dan Drainase Kunjungan di Bengung Gerak Serayu, Purwokerto

Mahasiswa Agroteknologi melakukan praktikum Irigasi dan Drainase di Bendung Gerak Serayu (BGS) pada tanggal 11 Juli 2019, ditujukan untuk memberikan informasi kepada mahasiswa agar memiliki kemampuan dalam menguasai konsep dan teori dibidang irigasi dan drainase di BGS tersebut.

Kunjungan di BGS mahasiswa diberikan wawasan mengenai bagaimana cara BGS mengelola debit air dari hulu ke hilir sungai Serayu. Pengelolaan air tersebut ditujukan supaya pemanfaatan air bagi warga wilayah Banyumas dan Cilacap terpenuhi di musim kemarau. Masalah dan keadaan yang timbul dengan sistem pengambilan bebas ini adalah tidak terjaminnya ketinggian muka air minimal yang dibutuhkan untuk pengoperasian pompa terutama pada musim kemarau di mana ketinggian muka air Sungai Serayu menurun tajam.

BUKA PUASA BERSAMA PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Pada bulan itu dianjurkan manusia untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Salah satu momen yang paling dinanti-nanti pada bulan ramadhan adalah buka puasa bersama. Pada tanggal 24 Mei 2019, dosen dan mahasiswa Program Studi Agroteknologi menggelar buka puasa bersama di Kampus.  Dengan mengusung tema “Go Green” buka puasa digelar secara sederhana di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Puwokerto, dengan menu paket ayam bakar yang diwadahi besek. Besek adalah pembungkus makanan yang terbuat dari anyaman bambu. Kemudian untuk mengurangi penggunaan plastik, gelas minumnya menggunakan gelas kertas yang lebih mudah diuraikan daripada plastik.

Acara dimulai pukul 17.00 dengan didahului serangkaian acara seperti sambutan dan ramah-tamah antara dosen dan mahasiswa. Pada momen tersebut, disampaikan pada mahasiswa perlunya upaya untuk
mengurangi penggunaan bungkus berbentuk plastik karena masa urainya yang sangat lama. Mahasiswa Agroteknologi juga dihimbau untuk terus menjaga bumi dengan berbagai cara, salah satunya adalah menanam pohon. Acara ditutup dengan makan besar bersama dan sholat tarawih berjamaah. Sederhana dan sebentar, tapi akan selalu berkesan karena Gratis Bagi
Mahasiswa J

Maju terus Agroteknologi UNU Purwokerto dengan Berkarya, Berikhtiar dan
Mengabdi.

IMPLEMENTASI PERTANIAN ORGANIK DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA NABATI DI DESA SIKAPAT, SUMBANG BANYUMAS

Purwokerto, 10 November 2018

Setelah upacara dalam rangka memperingati hari pahlawan, 10 November 2018 di UNU Purwokerto, tujuh orang dosen Program Studi Agroteknologi beserta mahasiswanya bergerak 18 km menuju Utara.  Mereka menuju Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang untuk menggelar Program Pengabdian Masyarakat dengan sasaran Wanita Kelompok Tani. Program ini merupakan program lanjutan, setelah pada bulan September lalu telah dilakukan penyuluhan tentang Pembangunan Pertanian Organik untuk Produk Hortikultura.  Dengan berbekal semangat para pahlawan, tim dari Program Studi. Agroteknologi menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati dengan bahan-bahan yang mudah didapat dari lingkungan sekitar. “Getah pepaya itu mengandung enzim papain dan senyawa-senyawa seperti flavonoid yang sangat beracun bagi serangga, senyawa ini juga terkandung dalam daun sirsak, sehingga kedua jenis daun tersebut dapat dijadikan bahan pestisida nabati”, papar Ratna Dwi Hirma Windriyati, S.Si., M.Si., dosen Hama Penyakit dan Tanaman dari Program Studi Agroteknologi UNU Purwokerto.  Dalam kesempatan kali ini, Wanita Kelompok Tani diajari cara membuat pestisida nabati dengan tiga komposisi bahan dasar yang berbeda.

Ibu Sukiyem, seorang peserta pelatihan merupakan ibu rumah tangga yang memiliki sampingan dengan membuat usaha pembibitan tanaman hias.  “Usaha di rumah saja untuk menambah penghasilan, sebab setelah kecelakaan dulu, badan saya ringkih, jadi tidak bisa kerja yang lain”, ujarnya.  Usahanya dilakukan dengan meminjam kredit usaha kecil sebagai modal awal. Serangan hama dan penyakit merupakan hal yang dikeluhkan Ibu Sukiyem. Hama kutu putih dan ulat, merupakan hama utama yang sering membuatnya rugi.  “Sudah susah-susah misahin Aglonema, tahu-tahu daunnya habis dimakan ulat dalam waktu semalam saja”, begitu ceritanya pada tim dari UNU Purwokerto. Sebagian besar Wanita Kelompok Tani di Dusun Watujaran Desa Sikapat ini memang sebagian besar memiliki usaha tanaman hias jenis daun seperti aglonema serta jenis lain seperti Lidah Mertua (Sansiviera) dan Kuping Gajah (Anthurium Chrystalinum), pembibitan ada yang dilakukan di lahan sendiri, adapula yang menyewa.  Berbekal keuletan dan kerja keras, dari satu indukan tanaman hias yang mereka beli, tanaman kemudian diperbanyak dengan memisahkan anakannya atau dengan cara stek, pupuk dan pestisidanya yang digunakan untuk perawatan adalah pupuk dan pestisida kimia.  Karena itu, tim Dosen dari Program Studi Agroteknologi UNU Purwokerto, menganjurkan agar Wanita Kelompok Tani Sikapat mulai mengurangi penggunaan zat-zat kimia, dan menggantinya dengan bahan-bahan organik. Bapak Rifqi Adisonda, S.P., M.P., menjelaskan bahwa penggunaan pupuk dan pestisida nabati, selain murah, mudah didapat bahan-bahannya, juga dapat memperbaiki struktur tanah yang rusak akibat kelebihan pupuk kimia/anorganik dalam tanah.

Pada pelatihan ini, Tim Dosen memberikan larutan stok pestisida nabati dari masing-masing jenis bahan dasar sebanyak 1 botol sebagai kenang-kenangan untuk Wanita Kelompok Tani.  Larutan tersebut, dapat diencerkan sesuai dengan tingkat serangan hama dan penyakit. Untuk serangan rendah, cukup membuat pestisida nabati 10 %, dengan cara mencampur 100 ml larutan stok dengan 900 ml air.  Konsentrasi dapat ditambah jika serangan hama juga lebih besar/banyak. Ibu Ari Kurniawati, S.P.,M.Si., menganjurkan pestisida disemprotkan pada sore hari agar tepat mengenai hama penggangu yang biasanya aktif di malam hari.

Setelah demo pembuatan pestisida nabati selesai, pesertapun diajak keluar untuk melihat demo pembuatan pupuk organik.  Di Desa Sikapat, kotoran hewan seperti kambing dan ayam sangat mudah didapat, namun biasanya kotoran tersebut dibiarkan begitu saja sampai dapat digunakan sebagai pupuk. Hal ini tentu memakan waktu berbulan-bulan.  Padahal ada satu teknologi yang mudah dan murah untuk membuat proses penguraian menjadi lebih cepat. Salah satunya adalah dengan menggunakan bioactivator seperti stardec.  “Stardec pada dasarnya mengandung koloni mikroorgaisme yang mampu merubah kotoran hewan menjadi pupuk organik dalam waktu kurang lebih 4 minggu saja”, papar Bapak Bayu Handoko, S.P., M.P.

Dibantu mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi, Bapak Bagus Nur Rochman, S.P., M.P. memperagakan teknik mencampur dan mengaduk agar hasil fermentasi pupuk organik berlangsung dengan baik.  “Pengadukan yang rata akan mempermudah proses fermentasi. Stardec ini salah satu bioactivator yang praktis karena proses fermentasinya tidak perlu ditutup terpal’, paparnya.

Setelah semua demo selesai, Wanita Kelompok Tani juga dibagikan leaflet tentang materi yang telah diberikan.  Larin Tikafebrianti, S.P., M.Agr., selaku koordinator tim pengabdian masyarakat di Desa Sikapat, berharap agar pelatihan dan praktek yang sudah diberikan akan menjadi ilmu baru yang dapat diaplikasikan dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi Wanita Kelompok Tani.  Apalagi pelatihan ini kemudian mendapat apresiasi dari Bapak Kepala Desa Sikapat, Bapak Badarudin, yang berkenan hadir dalam acara tersebut. Bapak Kepala Desa berharap, program pengabdian tidak hanya berlangsung musiman, namun dapat berkelanjutan dan membawa perubahan yang nyata bagi warga desanya.

Diakhir acara, semua anggota pelatihan berfoto bersama, Dengan peserta hampir 40 orang, Gita Anggraeni, S.P., M.Si., selaku Koordinator Program Studi, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, terutama kepada para mahasiswa yang telah ikut aktif dalam mempersiapkan acara Pengabdian Masyarakat Program Studi Agroteknologi UNU Purwokerto.

MAJU TERUS HIMAGROTEK, BERSAMA KITA BISA!

Penulis : Larin Tikafebrianti, S.P., M.Agr.

PELANTIKAN PENGURUS HIMAGROTEK UNU PURWOKERTO TAHUN 2018/2019, AGROTEKNOLOGI: BERKARYA, BERIKHTIAR, DAN MENGABDI

Purwokerto, 8 November 2018. Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek) UNU Purwokerto, pada tanggal 8 November 2018, telah berhasil menggelar acara pelantikan pengurus dan anggota Himagrotek masa jabatan 2018/2019. Himagrotek adalah sebuah himpunan bagi mahasiswa Agroteknologi yang berfungsi sebagai wadah berkumpul, menyalurkan aspirasi, dan sharing pendapat antar mahasiswa. “Fungsi utama dari himpunan mahasiswa (HIMA) adalah wadah untuk mempererat hubungan mahasiswa antar angkatan. Karena itu Himagrotek harus mempunyai program kerja yang bisa bersinergi dengan para dosen agar Program Studi Agroteknologi dapat menjadi lebih kuat”, demikian wejangan dari Kepala Biro Bidang Kemahasiswaan Muhammad Rayhan, S.Pt. M.P. Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Billy Arifa Tegger, S.Si. M.Sc., yang juga berkesempatan hadir, menyampaikan harapan agar mahasiswa Agroteknologi tidak menjadi “mahasiswa Kupu-kupu”. Mahasiswa yang ideal menurut beliau adalah mahasiswa yang bukan hanya pandai secara akademik,  namun juga komunikatif, serta tidak canggung saat harus menyalurkan ilmu di masyarakat.

Rangkaian acara inti berlangsung selama kurang lebih satu jam. Dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubhanul Wathon, sambutan-sambutan, pembacaan ikrar pegurus dan anggota, hingga sambutan dari ketua terpilih, yaitu Wiji Embun Pertiwi Mahasiswa Agroteknologi angkatan 2017/2018. Dalam sambutannya, ketua Himagrotek mewakili seluruh anggota, meminta restu dan bimbingan dari Bapak Ibu Dosen agar Himagrotek dapat lebih maju dan solid.

Setelah rangkaian acara inti yang bertema “Bersama Berkarya untuk HIMAGROTEK Sebagai Ikhtiar Pengabdian selesai, mahasiswa Agroteknologi ternyata menyiapkan nasi tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan Himpunan  Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGROTEK). Pemotongan nasi tumpeng dilakukan oleh Ibu Gita Anggraeni, S.P., M.Si., selaku Koordinator Program Studi (Koprodi). Ibu Gita dan seluruh dosen yang hadir, juga menyampaikan amanat agar mahasiswa Agroteknologi senantiasa berupaya memajukan HIMAGROTEK.

MAJU TERUS HIMAGROTEK, BERSAMA KITA BISA!

Penulis : Larin Tikafebrianti, S.P., M.Agr.

“CLOSE WITH NATURE”, KUNJUNGAN LAPANG HIMAGROTEK UNU PURWOKERTO KE KEBUN ANGGREK SEKAR GUMILANG BATURRADEN

Purwokerto, 2 November 2018. Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGROTEK) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto pada hari Jum’at 2 November 2018 melakukan kunjungan lapang ke Kebun Anggrek Sekar Gumilang di Desa Ketenger, Baturaden.  Sebelum berangkat Koordinator Prodi Agroteknologi Ibu Gita Anggraeni, S.P., M.Si., dan dosen Program Studi Agroteknologi, Ibu Larin Tikafebrianti, S.P., M.Agr., memberikan pengarahan dan melepas pemberangkatan pada pukul 13:30 WIB.

Sesampainya  di lokasi, anggota HIMAGROTEK UNU PURWOKERTO Berkenalan dan berbincang bersama Bapak Riyono pemilik Kebun Anggrek Sekar Gumilang.  Beliau memulai bisnis Tanaman Anggrek sekitar 18 tahun yang lalu, dari usahanya itu bisa menghasilkan pendapatan sekitar 20 juta per bulan.  Di dalam Green House terdapat berbagai jenis anggrek seperti Anggrek Vanda, Anggrek Bulan, Anggrek Cimbidium, Anggrek Dendrodium, Anggrek Cattleya, Anggrek Oncidium dan berbagai tanaman lainnya seperti Kaktus Hias, Kantong Semar.  Tanaman Anggrek yang paling mahal adalah Anggrek Vanda dengan harga berkisar 185–200 ribu.  Selain itu kebun Anggrek Sekar Gumilang juga menjual bibit anggrek dengan harga per botol 55 ribu dimana dalam satu botol tersebut berisi 25 bibit anggrek.  Perlu diketahui tanaman anggrek memiliki nama latin Orchidaceae dan perbanyakan tanaman anggrek dilakukan dengan kultur jaringan.

Setelah berbincang  dan mengamati Anggrek dan tanaman lain, perwakilan HIMAGROTEK UNU Purwokerto memberikan kenang-kenangan kepada Bapak Riyono karena telah menambah wawasan para anggota HIMAGROTEK UNU Purwokerto tentang tanaman anggrek.  Tidak lupa kami berfoto bersama pemilik kebun Anggrek Sekar Gumilang.

Selepas kunjungan ke kebun anggrek, anggota HIMAGROTEK UNU Purwokerto membahas rencana kegiatan selanjutnya tentang pengukuhan HIMPUNAN MAHASISWA AGROTEKNOLOGI Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto.  Di tengah–tengah pembahasan, Wakil Rektor bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi UNU Purwokerto, Bapak. Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P., berkenan datang dan memberikan pengarahan kepada seluruh anggota HIMAGROTEK.

Penulis : Alamsyah Revoaji Fatahilah dan Deki Dwi Kurniawan

PENGABDIAN MASYARAKAT PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI DI DESA SIKAPAT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS

PENGABDIAN MASYARAKAT PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI DI DESA SIKAPAT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS

Purwokerto, Kamis, 4 Oktober 2018

Tri Dharma dosen perguruan tinggi, selain pengajaran, penelitian, juga salah satunya yaitu kegiatan pengabdian kepada masyarakat.  Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen di Program Studi Agroteknologi dilakukan di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Gandatapa yang pertama dilakukan pada Selasa tanggal 7 Agustus 2018, dengan memaparkan makalah yang berjudul: Usaha Pengembangan Pemasaran Produk Hortikultura di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang; Peningkatan Kualitas dan Nilai Tmabah Produk Melalui Budidaya Sayuran  Secara Organik di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang; Deskripsi dan Morfologi Tanaman Obat dan Sayur; Upaya Mempertahankan Kualitas Produk Hortikultura di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Melalui Penanganan Panen dan Pasca Panen.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Gandatapa yang kedua dilakukan pada Kamis tanggal 9 Agustus 2018, dengan memaparkan makalah yang berjudul: Pembibitan Tanaman Sayuran di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang; Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pertanian Organik di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Sebagai Usaha Pemulihan Kesuburan Tanah dan Pertanian Ramah Lingkungan; Penyuluhan Pengendalian Penyakit pada Tanaman Cabai di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang.

Penulis : Gita Anggraeni, S.P., M.Si.

MENJALIN KEAKRABAN MAHASISWA BARU TAHUN 2018 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

Purwokerto, 8 Oktober 2018, tahun Ajaran 2018/2019 telah dimulai untuk mahasiswa baru Program Studi Agroteknologi Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto.  Sebagai bentuk perkenalan untuk lebih menjalin silaturahmi dan keakraban antara dosen, mahasiswa angkatan 2017 dengan mahasiswa baru angkatan 2018 maka diadakan kegiatan Keakraban Mahasiswa yang dilaksanakan pada Sabtu Tanggal 6 Oktober 2018 bertempat di Bukit Watu Meja Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan Keakraban Mahasiswa dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2017, para dosen, dan mahasiswa baru angkatan 2018.  Momen ini juga dimanfaatkan untuk saling mengakrabkan mahasiswa antar angkatan dan para dosen, sharing informasi, baik terkait perkuliahan, keilmuan, maupun kegiatan mahasiswa di unit kegiatan dalam HIMAGROTEK, maupun kegiatan di luar kampus.  Para mahasiswa sangat antusias saat mengikuti kegiatan jalan-jalan ke Bukit Watu Meja.

Kegiatan Keakraban Mahasiswa dikoordinir oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Agroteknologi (HIMAGROTEK) Universitas Nahdlatul Ulama.  Kegiatan pagi dilakukan di Bukit Watu Meja dengan dilanjutkan dengan diskusi terkait kegiatan Hima di rumah ketua HIMAGROTEK yaitu Wiji Embun Pertiwi, para mahasiswa baru antusias dalam diskusi terkait program kerja-program kerja yang ada di masing-masing Divisi dalam HIMAGROTEK UNU Purwokerto.

Kegiatan keakraban, baik antar mahasiswa sangat diperlukan untuk memupuk solidaritas antar angkatan, ajang pembelajaran hal-hal yang berkaitan dengan masalah akademik maupun non akademik.  Kegiatan semacam ini ke depannya perlu dikembangkan dengan lebih menganeka ragamkan beberapa kegiatan soft skill yang akan berguna bagi para mahasiswa dan agar kekompakan dan keakraban antar mahasiswa selalu terjaga dalam satu keluarga terutama pada Program Studi Agroteknologi.

Penulis : Gita Anggraeni, S.P., M.Si.

PENGABDIAN MASYARAKAT PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI DI DESA SIKAPAT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS

Purwokerto, Kamis, 4 Oktober 2018

Tri Dharma dosen perguruan tinggi, selain pengajaran, penelitian, juga salah satunya yaitu kegiatan pengabdian kepada masyarakat.  Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen di Program Studi Agroteknologi dilakukan di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sikapat yang pertama dilakukan pada Selasa tanggal 7 Agustus 2018, dengan memaparkan makalah yang berjudul: Usaha Pengembangan Pemasaran Produk Hortikultura di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang; Peningkatan Kualitas dan Nilai Tambah Produk Melalui Budidaya Sayuran  Secara Organik di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang; Deskripsi dan Morfologi Tanaman Obat dan Sayur; Upaya Mempertahankan Kualitas Produk Hortikultura di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Melalui Penanganan Panen dan Pasca Panen.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sikapat yang kedua dilakukan pada Kamis tanggal 9 Agustus 2018, dengan memaparkan makalah yang berjudul: Pembibitan Tanaman Sayuran di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang; Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pertanian Organik di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Sebagai Usaha Pemulihan Kesuburan Tanah dan Pertanian Ramah Lingkungan; Penyuluhan Pengendalian Penyakit pada Tanaman Cabai di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang.

Penulis : Gita Anggraeni, S.P., M.Si.